Program Studi Pendidikan Profesi Dietisien Selenggarakan Pelatihan K3RS dan Patient Safety bagi Dosen dan Clinical Instructor

Surakarta – Program Studi Pendidikan Profesi Dietisien Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) serta Patient Safety bagi dosen, tenaga kependidikan, dan Clinical Instructor (CI) dari berbagai rumah sakit maupun mitra jejaring. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan pembimbing praktik dalam menciptakan lingkungan pembelajaran klinik yang aman, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 9 Januari 2026.

Narasumber pelatihan ini adalah Dr. Agus Prastowo, S.ST., M.Kes., RD, ahli gizi RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Materi pelatihan ini mencakup konsep dasar K3RS, tujuan penerapan K3RS dalam mencegah kecelakaan akibat kerja (KAK) dan penyakit akibat kerja (PAK), identifikasi potensi bahaya dan pengendalian risiko, penerapan kewaspadaan standar, prinsip ergonomi, pengelolaan bahan berbahaya dan beracun (B3), pengelolaan limbah medis, hingga kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat dan bencana. Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), jalur evakuasi, serta prosedur keselamatan dalam menghadapi kebakaran maupun gempa bumi.

Pada sesi Patient Safety, peserta mendapatkan pembekalan mengenai enam sasaran keselamatan pasien yang menjadi standar pelayanan di rumah sakit, meliputi ketepatan identifikasi pasien, peningkatan komunikasi efektif, keamanan penggunaan obat-obatan yang perlu diwaspadai, kepastian prosedur dan lokasi tindakan yang benar, pencegahan infeksi terkait pelayanan kesehatan, serta upaya mengurangi risiko pasien jatuh. Materi ini sangat relevan bagi Clinical Instructor dan dosen karena keselamatan pasien merupakan aspek fundamental dalam pendidikan profesi kesehatan yang harus diterapkan secara konsisten selama proses pembelajaran klinik.

Selain memahami aspek keselamatan pasien, peserta juga memperoleh materi mengenai sistem pelaporan insiden keselamatan pasien (IKP), mulai dari jenis-jenis insiden, mekanisme pelaporan, investigasi, hingga pentingnya membangun budaya keselamatan di lingkungan rumah sakit. Narasumber menekankan bahwa pelaporan insiden bukan bertujuan untuk mencari kesalahan individu, melainkan sebagai sarana pembelajaran dan perbaikan sistem guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi, studi kasus, serta berbagi pengalaman implementasi K3RS dan Patient Safety di masing-masing institusi. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan dan diskusi yang berkembang terkait penerapan standar keselamatan di area pelayanan gizi, pengelolaan risiko di rumah sakit, serta peran pembimbing klinik dalam membentuk budaya keselamatan pada mahasiswa profesi dietisien.

Melalui pelatihan ini, Program Studi Pendidikan Profesi Dietisien UMS berharap seluruh dosen dan Clinical Instructor memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penerapan K3RS dan keselamatan pasien, sehingga mampu menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan praktik yang aman dan mendukung tercapainya pelayanan kesehatan yang bermutu. Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen program studi dalam memastikan bahwa proses pendidikan profesi dietisien tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik dan klinis, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap budaya keselamatan kerja dan keselamatan pasien. Dengan terselenggaranya pelatihan ini, sinergi antara institusi pendidikan dan rumah sakit jejaring diharapkan semakin kuat dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan profesi yang unggul, berorientasi pada mutu, serta sejalan dengan standar keselamatan dan pelayanan kesehatan nasional.

Kegiatan Pelatihan K3RS untuk Dosen dan Clinical Instructor
Scroll to Top