Hari Raya Idulfitri merupakan momen penuh kebahagiaan yang identik dengan kebersamaan keluarga serta beragam hidangan khas Lebaran. Ketupat, opor ayam, rendang, sambal goreng ati, hingga aneka kue kering menjadi sajian yang hampir selalu hadir di setiap rumah. Di balik kemeriahan tersebut, masyarakat perlu tetap memperhatikan pola konsumsi agar kesehatan tetap terjaga setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan.
Program Pendidikan Profesi Dietisien Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengajak masyarakat untuk menerapkan prinsip Gizi Seimbang dalam menikmati hidangan Lebaran. Konsumsi makanan sebaiknya tetap memperhatikan variasi jenis pangan, porsi yang sesuai, serta keseimbangan antara karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.
Menu khas Lebaran umumnya mengandung lemak, gula, dan natrium yang relatif tinggi. Oleh karena itu, konsumsi sayur dan buah perlu ditingkatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan serat, vitamin, dan mineral. Selain itu, masyarakat juga dianjurkan membatasi konsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan serta mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih.
Tidak kalah penting, aktivitas fisik tetap perlu dilakukan selama masa libur Idulfitri. Berjalan santai bersama keluarga, berolahraga ringan, atau melakukan aktivitas sehari-hari dapat membantu menjaga kebugaran sekaligus menyeimbangkan asupan energi yang meningkat selama perayaan.
Momentum Idulfitri juga menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian dari rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Dengan menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang, masyarakat dapat menikmati kebersamaan bersama keluarga tanpa mengabaikan kesehatan.
Seluruh sivitas akademika Program Pendidikan Profesi Dietisien Universitas Muhammadiyah Surakarta mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Idulfitri menjadi momentum untuk kembali kepada fitrah serta terus membangun gaya hidup sehat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

