Dari Hasil Asesmen ke Aksi Nyata, Mahasiswa Profesi Dietisien UMS Edukasi Gizi Seimbang di SD

Mahasiswa Memberikan Penyuluhan Gizi Ke Siswa SD

Surakarta – Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dietisien Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan penyuluhan gizi kepada siswa kelas III SD Negeri 3 Malangjiwan pada 13 Maret 2026 sebagai bagian dari intervensi dalam rotasi Gizi Masyarakat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai penerapan gizi seimbang sejak usia dini melalui materi Empat Kebiasaan Gizi Seimbang dan Isi Piringku.

Berbeda dengan penyuluhan pada umumnya, materi yang disampaikan disusun berdasarkan hasil asesmen dan konseling yang telah dilakukan mahasiswa di beberapa sekolah yang berada di wilayah kerja Puskesmas Colomadu I Kabupaten Karanganyar. Dari kegiatan tersebut, mahasiswa menemukan beberapa permasalahan gizi yang masih sering dijumpai, seperti pola makan yang belum teratur, porsi makan yang belum seimbang, kebiasaan tidak mencuci tangan sebelum makan, serta masih ditemukannya siswa dengan status gizi kurang maupun obesitas.

Berdasarkan temuan tersebut, mahasiswa menyusun intervensi edukasi menggunakan media poster agar materi lebih mudah dipahami oleh anak-anak. Selama penyuluhan, siswa diajak mengenal pentingnya membiasakan pola makan yang sehat, memahami komposisi Isi Piringku, serta menerapkan kebiasaan hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari.

Menariknya, kegiatan dilaksanakan pada bulan Ramadan saat sebagian besar siswa sedang menjalankan ibadah puasa. Meski demikian, antusiasme peserta tetap tinggi. Siswa aktif menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan, seperti contoh sumber protein hewani selain ayam dan telur, serta berpartisipasi dalam mini games yang mengulas kembali materi penyuluhan. Suasana semakin meriah ketika peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan tepat memperoleh doorprize.

Siswa Antusias Mengikuti Penyuluhan melalui mini games

Salah satu mahasiswa, Nafila Happy Qurrota’aini, mengaku sempat merasa khawatir karena sasaran penyuluhan merupakan siswa kelas III sekolah dasar yang biasanya sulit untuk diatur. Namun, kekhawatiran tersebut berubah menjadi rasa senang setelah melihat antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung.

“Awalnya saya khawatir penyuluhan akan sulit dikendalikan karena pesertanya masih anak-anak. Namun di luar dugaan, mereka sangat antusias, aktif menjawab pertanyaan, dan mengikuti kegiatan dengan tertib. Pengalaman ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi saya,” ungkap Nafila.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Profesi Dietisien UMS tidak hanya mengasah kemampuan komunikasi dan edukasi gizi kepada masyarakat, tetapi juga belajar menyusun intervensi berdasarkan permasalahan nyata yang ditemukan di lapangan. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam membentuk dietisien yang mampu memberikan edukasi gizi secara tepat sasaran dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (zf)

Scroll to Top