Program Profesi Dietisien UMS telah menyelenggarakan perkuliahan dan praktek pengembangan makanan enteral berbasis pangan lokal yang diikuti oleh mahasiswa angkatan pertama. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai pembuatan formula makanan enteral yang sesuai dengan kebutuhan gizi klinis pasien, menggunakan bahan pangan lokal yang kaya akan manfaat.
Dalam perkuliahan ini, mahasiswa diajarkan mengenai berbagai jenis formula enteral, seperti formula rendah sisa, formula TETP (Tinggi Energi Tinggi Protein), formula rendah indeks glikemik (IG), dan formula tinggi BCAA (Branched-Chain Amino Acids). Mereka kemudian diajak untuk mengaplikasikan teori yang telah dipelajari dengan melakukan formulasi dan praktek pembuatan berbagai jenis formula tersebut. Salah satu bahan pangan lokal yang digunakan dalam praktek ini adalah labu kuning, yang dikenal kaya akan serat, vitamin, dan mineral, sehingga cocok sebagai bahan dasar dalam pembuatan makanan enteral. Mahasiswa juga diminta untuk mengukur osmolaritas, laju endapan, daya alir, dan uji organoleptik dari produk makanan enteral yang mereka kembangkan.
Mahasiswa diajarkan teknik pengolahan pangan yang tepat untuk menghasilkan formula yang memiliki konsistensi yang sesuai dengan kebutuhan pasien, tanpa mengurangi kandungan nutrisinya. Selain itu, mereka juga mempelajari cara menyesuaikan formula berdasarkan kondisi medis pasien, seperti pada kasus pasien dengan gangguan pencernaan atau kebutuhan protein tinggi.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan praktis dalam pembuatan formula enteral, tetapi juga membuka wawasan mahasiswa tentang potensi penggunaan pangan lokal dalam dunia dietetik, yang dapat menjadi alternatif lebih murah dan bergizi bagi pasien. Kami berharap kegiatan ini menjadi landasan yang kokoh dalam pengembangan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam profesi dietisien.
