Mahasiswa Program Profesi Dietisien UMS Ikut serta dalam Kegiatan Gesang Sempulur di Puskesmas Cepogo Boyolali

Puskesmas Cepogo baru-baru ini (16 dan 23 November 2024) melaksanakan kegiatan Gesang Sempulur (Gerakan Skrining Kesehatan dan Kebugaran Lansia Mandiri Produktif Selalu Panjang Umur) yang merupakan pilot project yang dikelola oleh sejumlah dokter internship di sana. Dalam kegiatan ini, dua mahasiswi program profesi dietisien, Amira Farah Rasyidah dan Umi Kurniawati, turut ambil bagian dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan program tersebut.

Salah satu bagian penting dari kegiatan ini adalah penimbangan berat badan lansia menggunakan alat BIA (Bioelectrical Impedance Analysis). Alat ini membantu mendapatkan data mengenai berat badan, massa otot, dan kadar lemak tubuh para lansia. Data tersebut sangat berguna untuk mengidentifikasi permasalahan gizi pada kelompok usia lansia di wilayah kerja Puskesmas Cepogo.

Namun, skrining yang dilakukan tidak terbatas pada pengukuran berat badan saja. Berbagai pemeriksaan kesehatan lainnya juga dilaksanakan, antara lain pengukuran tinggi badan, pengecekan kesehatan mata dan pendengaran, evaluasi kognitif, pengukuran suhu tubuh, saturasi oksigen, laju pernapasan, dan tekanan darah. Tak ketinggalan, para lansia juga menjalani tes kebugaran fisik dengan metode Six Minute Walking Test. Hasilnya menunjukkan bahwa 96,87% lansia di wilayah tersebut termasuk dalam kategori aktivitas fisik yang sangat rendah, dengan hanya 1 dari 32 lansia yang menunjukkan tingkat aktivitas fisik yang cukup. Kondisi ini meningkatkan risiko hipertensi karena berhubungan dengan potensi kelebihan berat badan.

Selain itu, wawancara singkat juga dilakukan untuk menggali kebiasaan makan lansia. Diketahui bahwa lansia di wilayah Kecamatan Cepogo cenderung mengonsumsi makanan yang tinggi natrium, seperti ikan asin, kerupuk, telur asin, ikan bandeng presto asin, serta bahan tambahan seperti kaldu dengan monosodium glutamate, kecap, dan saus. Makanan tinggi lemak jenuh, seperti sambel tumpang yang sering dipanaskan berkali-kali, gorengan, dan keripik juga sering dikonsumsi. Di samping itu, konsumsi makanan manis seperti getuk, pilus, jenang, tiwul, wajik, cenil, dan lapis berlebihan, sementara konsumsi buah dan sayuran tergolong kurang.

Dengan kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lansia mengenai pentingnya pola makan yang sehat dan kebugaran fisik untuk menjaga kualitas hidup yang lebih baik. Puskesmas Cepogo berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat, khususnya lansia, tentang pentingnya gaya hidup sehat yang mendukung penuaan yang sehat dan aktif.

Scroll to Top