
Surakarta – Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dietisien Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperoleh pengalaman belajar di dunia industri melalui rotasi Institusi Komersial di PT Aeroprima Food Service Boyolali. Selama tiga minggu mulai 2 Juni – 18 Juni 2026, mahasiswa mempelajari secara langsung proses penyelenggaraan makanan untuk layanan inflight catering, mulai dari penerimaan bahan makanan hingga distribusi kepada maskapai penerbangan, termasuk penyediaan makanan bagi jamaah haji.
Salah satu mahasiswa, Fila Rachmad Ramadhan, mengungkapkan bahwa rotasi ini memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan rotasi lainnya. Jika pada lahan praktik sebelumnya mahasiswa lebih banyak berfokus pada pelayanan gizi di rumah sakit atau masyarakat, di PT Aeroprima Food Service mahasiswa mempelajari penerapan sistem quality control pada setiap tahapan produksi makanan untuk menjamin mutu dan keamanan pangan.

“Pengalaman yang paling berkesan saat menempuh rotasi ini, kami dapat mengetahui bagaimana proses penyelenggaraan makanan bagi jamaah haji, mulai dari penerimaan bahan makanan hingga makanan didistribusikan. Kami juga melihat secara langsung proses pengecekan makanan oleh Balai Karantina Kesehatan Semarang untuk memastikan makanan memenuhi standar keamanan sebelum didistribusikan,” jelas Fila.
Selama praktik, mahasiswa turut mempelajari berbagai tahapan pengendalian mutu yang diterapkan di industri katering penerbangan. Proses tersebut dimulai dari pemeriksaan kesesuaian bahan makanan saat diterima, pengawasan proses pemasakan sesuai standar operasional, pemantauan higiene dan sanitasi penjamah makanan, hingga penyisihan produk yang tidak memenuhi standar kualitas, seperti roti yang tidak mengembang sempurna atau mengalami kerusakan bentuk.
Selain itu, mahasiswa juga memahami pentingnya sistem penyimpanan bahan makanan menggunakan prinsip First In First Out (FIFO) dan First Expired First Out (FEFO), pemeriksaan kondisi troli distribusi, serta pengecekan akhir untuk memastikan tidak terdapat benda asing pada makanan sebelum diangkut ke pesawat. Setiap tahapan dilakukan secara sistematis guna menjamin keamanan dan kualitas makanan yang diterima penumpang.
Bagi Fila, pengalaman di PT Aeroprima Food Service memberikan wawasan baru mengenai pentingnya peran dietisien dalam menjaga mutu dan keamanan pangan pada industri jasa boga berskala besar. Praktik ini membuktikan bahwa kompetensi seorang dietisien tidak hanya dibutuhkan di rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga pada industri penyelenggaraan makanan yang mengutamakan standar kualitas, keamanan, dan ketepatan distribusi. (zf)
