Kuliah Pakar Profesi Dietisien UMS Bahas Budaya Keamanan Pangan sebagai Pilar Pelayanan Gizi Berkualitas

 

Surakarta – Program Pendidikan Profesi Dietisien Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Kuliah Pakar bertema Budaya Keamanan Pangan (Food Safety Culture) pada 9 Mei 2026 yang diselenggarakan secara daring melalui zoom meeting. Kegiatan ini menghadirkan pakar keamanan pangan, R. Dwi Budiningsari dari Dosen Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, sebagai narasumber untuk memperkaya wawasan mahasiswa mengenai pentingnya penerapan sistem keamanan pangan dalam pelayanan gizi.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dibangun melalui budaya kerja, bukan hanya kepatuhan terhadap prosedur. Penerapan keamanan pangan mencakup berbagai aspek, mulai dari higiene personal, pencucian tangan yang benar, pengendalian hama, fasilitas yang memenuhi standar, hingga penerapan pengendalian manajerial secara aktif (active managerial control) untuk mencegah risiko kontaminasi pangan.

Mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai perubahan paradigma dalam pengelolaan keamanan pangan, yaitu dari pendekatan reaktif menjadi proaktif. Melalui pendekatan ini, setiap potensi bahaya diidentifikasi sejak dini sehingga dapat dicegah sebelum menimbulkan risiko bagi konsumen. Konsep tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam penyelenggaraan makanan di rumah sakit, institusi, maupun pelayanan gizi masyarakat.

Selain membahas prinsip dasar keamanan pangan, narasumber mengaitkan materi dengan implementasi pada berbagai sektor pelayanan, termasuk penyelenggaraan Makan Bergizi Gratis (MBG). Mahasiswa diajak memahami bahwa keberhasilan program pemenuhan gizi tidak hanya ditentukan oleh kualitas menu, tetapi juga oleh sistem keamanan pangan yang mampu menjamin makanan tetap aman hingga dikonsumsi.

Pada kesempatan tersebut turut dipaparkan hasil penelitian mengenai higiene sanitasi pada jasa boga yang menunjukkan bahwa tingginya pengetahuan penjamah makanan belum tentu diikuti praktik yang baik apabila tidak didukung pelatihan, pengawasan, serta fasilitas yang memadai. Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa budaya keamanan pangan harus dibangun secara menyeluruh melalui komitmen organisasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, dan penyediaan sarana pendukung yang sesuai standar.

Melalui kuliah pakar ini, mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dietisien UMS diharapkan semakin memahami bahwa peran dietisien tidak hanya memastikan kecukupan zat gizi, tetapi juga menjamin keamanan pangan pada setiap tahapan penyelenggaraan makanan. Kompetensi tersebut menjadi bekal penting dalam menghasilkan pelayanan gizi yang aman, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan konsumen.

Scroll to Top