Surakarta – Program Pendidikan Profesi Dietisien Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga mutu pendidikan melalui penyelenggaraan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan yang berlangsung pada 23 Juni hingga 3 Juli 2026 ini menjadi tahapan penting dalam mengukur kesiapan mahasiswa sebelum memasuki dunia praktik sebagai dietisien profesional. OSCE merupakan metode penilaian yang dirancang untuk mengukur kemampuan mahasiswa secara objektif, terstruktur, dan komprehensif dalam aspek pengetahuan, keterampilan klinis, komunikasi, profesionalisme, serta pengambilan keputusan sesuai standar praktik dietetik.
Sebanyak 42 mahasiswa mengikuti rangkaian kegiatan OSCE yang diawali dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) pada 23–24 Juni 2026. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pembekalan mengenai mekanisme pelaksanaan OSCE, tata tertib peserta, sistem rotasi antarstation, pengelolaan waktu, hingga blueprint kompetensi yang diterapkan. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berdiskusi secara langsung dengan tim dosen sehingga seluruh peserta memiliki pemahaman yang sama mengenai pelaksanaan ujian.

Sebagai upaya menjaga kualitas asesmen, Program Studi Pendidikan Profesi Dietisien juga melaksanakan briefing penguji dan briefing probandus pada 29 Juni 2026. Briefing penguji bertujuan menyamakan persepsi mengenai blueprint penilaian, skenario kasus, rubrik penilaian, indikator kompetensi, serta mekanisme asesmen sehingga penilaian dapat dilakukan secara objektif dan konsisten. Sementara itu, enam probandus yang bertugas sebagai pasien simulasi mendapatkan pembekalan terkait pemeranan kasus, ekspresi verbal maupun nonverbal, serta konsistensi karakter pasien sesuai skenario yang telah disiapkan.
Pelaksanaan OSCE berlangsung pada 2–4 Juli 2026 di Laboratorium OSCE Fakultas Ilmu Kesehatan UMS. Mahasiswa diuji melalui tujuh station yang mencakup kompetensi utama profesi dietisien, yaitu 3 station untuk rotasi gizi klinik, 2 station untuk rotasi gizi Masyarakat, dan 2 station untuk rotasi gizi institusi. Setiap station telah dilengkapi skenario kasus, instruksi kerja, rubrik penilaian, dan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai pedoman pelaksanaan asesmen. Selama pelaksanaan ujian, peserta mengikuti rotasi antarstation sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Sinergi yang baik antara seluruh unsur penyelenggara menjadikan pelaksanaan OSCE berjalan tertib, sistematis, dan sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan, sehingga mampu menciptakan suasana ujian yang kondusif bagi mahasiswa dalam menunjukkan kompetensi terbaiknya.

Melalui penyelenggaraan OSCE Tahun Akademik 2025/2026, Program Pendidikan Profesi Dietisien FIK UMS kembali menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, dan berdaya saing. Pelaksanaan ujian kompetensi yang objektif, terstruktur, dan berorientasi pada standar praktik profesi menjadi bagian penting dari sistem penjaminan mutu pendidikan di UMS. Dengan demikian, lulusan Pendidikan Profesi Dietisien UMS diharapkan mampu memberikan pelayanan gizi yang berkualitas, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang gizi.
