Dari Observasi ke Praktik, Mahasiswa Profesi Dietisien UMS Asah Kompetensi MSPM di Institusi Komersial

Surakarta – Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dietisien Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperoleh pengalaman langsung dalam pengelolaan penyelenggaraan makanan melalui praktik profesi di Katering Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Klaten. Kegiatan ini menjadi salah satu wahana pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa mengaplikasikan kompetensi manajemen penyelenggaraan makanan secara nyata di lapangan. Praktik di institusi komersial ini menjadi salah satu mata kuliah yang harus ditempuh oleh mahasiswa profesi untuk memenuhi SKS dan dilaksanakan pada 24 November – 13 Desember 2025.

Salah satu mahasiswa Profesi Dietisien UMS, Nur Lailatul yang saat itu mendapatkan lokasi praktik di RSUI Klaten mengungkapkan bahwa praktik di Katering RSI memberikan pengalaman yang berkesan karena mahasiswa tidak hanya melakukan observasi, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai aktivitas operasional. Selain mendukung penyelenggaraan makanan rumah sakit, mahasiswa juga berkesempatan mempelajari proses produksi katering untuk pondok pesantren serta berbagai pesanan eksternal yang telah menerapkan standar keamanan pangan dan bersertifikat halal.

Selama praktik, mahasiswa dibagi ke dalam beberapa bagian, antara lain pengelolaan katering, gudang, serta penerimaan bahan makanan. Pada setiap rotasi, mahasiswa dilibatkan secara aktif dalam kegiatan operasional, mulai dari penerimaan bahan makanan, pencatatan stok, pelabelan, hingga pengelolaan persediaan bahan makanan di gudang. Pendampingan dari ahli gizi dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan proses pembelajaran berjalan optimal.

Menurut mahasiswa, terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara pembelajaran MSPM pada jenjang sarjana dengan pendidikan profesi. Jika pada tahap sarjana mahasiswa lebih banyak melakukan pengamatan terhadap sistem yang berjalan, maka pada tahap profesi mahasiswa diberikan kesempatan untuk menjalankan tugas-tugas manajerial secara langsung dengan supervisi ahli gizi.

“Pada saat profesi, kami sudah diberikan kepercayaan untuk terlibat langsung dalam pengelolaan gudang kering, mulai dari menerima barang masuk, mencatat pengeluaran bahan, hingga melakukan pencocokan stok. Pengalaman seperti ini memberikan gambaran nyata mengenai tanggung jawab seorang dietisien dalam penyelenggaraan makanan,” ungkapnya.

Selain memperoleh pengalaman teknis, mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai sistem penyelenggaraan makanan rumah sakit, manajemen logistik pangan, serta pentingnya koordinasi antarunit dalam menjamin mutu pelayanan makanan. Dukungan dan bimbingan dari para ahli gizi di RSI Surakarta turut menjadi faktor penting dalam proses pembelajaran mahasiswa selama praktik profesi berlangsung.

Melalui pengalaman praktik di lahan kerja sama, Program Pendidikan Profesi Dietisien UMS terus berupaya membekali mahasiswa dengan kompetensi profesional yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Keterlibatan langsung dalam pengelolaan penyelenggaraan makanan diharapkan mampu meningkatkan kesiapan lulusan untuk menjalankan peran sebagai dietisien profesional di berbagai sektor pelayanan gizi.

Mahasiswa bersama clinical instructor
Scroll to Top